BDSM Nadine dan Nadia



💦JUDUL:BDSM Nadine dan Nadia💦

Nadia { 25 } dan Nadia { 26 } pun tidak bisa berbuat apa apa saat mengetahui diriku sebenarnya. Tangan mereka terikat di belakang, begitu juga dengan payudaranya. Yang menyembul karena aku ikat dengan erat. Kakinyapun aku ikat menyatu dengan tanganya {hogtie} yang menyebabkan terbatasnya gerakan mereka. Mulut mereka pun aku sumpal dengan celana dalamnya dan aku lakban agar mereka tidak bisa berteriak untuk meminta tolong. Bagaimana mereka bisa seperti itu ?

Namaku Dani { 25 } bisa dibilang sudah cukup lama aku berkecimpung didunia hitam ini. Terhitung sudah puluhan korban yang aku perdaya seperti Nadine dan Nadia. Malam itu aku menghubungi Nadia, seorang perempuan berawakan sexy, tinggi, putih bersih  dan propresional. Ia berprofesi sebagai PSK, PSK high class tepatnya dia sering bermain dengan pengusaha dan petinggi dinegri ini, tapi malam ini Nadia akan menjadi targetku. Bermodalkan penampilan ala pengusaha dan booking di hotel bintang 5 sebentar lagi aku akan memulai aksiku.

” Halo Nadia udah dimana ? ” tanyaku ” udah diloby kok om, aku sama Nadine nih” jawabnya ” yaudah langsung kekamar aja, lantai 5 kamar 506″ kataku, ” ok om” jawabnya.

“gak sabar juga pengen nikmatin tubuhnya dengan gratis, malah dapet bonus… hahaha”pikirku.

“tok tok tok ” pintu kamarku diketuknya, lalu aku buka pintu kamarnya dan terlihatlah 2 orang wanita muda dengan paras cantik.

“Om Dani ? Nadia sahutnya sambil berjabat tangan. Tampang Nadia cantik, putih bersih dengan tubuh proposional. Ia mengenakan rok pendek jeans pendek hitam sekitar 15 cm diatas lutut dan tanktop putih yang dibalut dengan jaket jeans hitam dan high heels 10 cm.

“Nadine om” tidak berbeda jauh cantiknya dengan Nadia, Nadina mengenakan tanktop hitam yang dibalut blazer biru dengan jeans panjang biru dan wedges.

“Silahkan masuk” ajaku, wah kamarnya luas banget om” sahut Nadia” harus lah, aku gak bisa sama kamar yang biasa” kataku gengsi agar ia percaya denganku kalo aku adalah seorang pengusaha. ” hmmmm gerah” kata Nadine sambil membuka blazernya dan hanya menggunakan tanktop hitam yang membuat lekuk tubuhnya sangan terlihat. Nadia pun ikut membuka jaket jeansnya juga.

Tampang mereka cantik bersih, cocok jika untuk dijadikan model atau artis, sangat disayangkan mereka lebih memilih menjadi simpanan atau lebih tepatnya PSK untuk para pejabat. “udah pada gak sabar ya ? langsung aja yuk… hehehe” kataku, sabar dulu dong om, kita kan mau siap-siap dulu” sahut Nadine sambil mengelus dadaku dan menggiringnya kekamar. Dilucutinya jas dan kemejaku, sementara Nadia melucuti celanaku sampai aku hanya mengenakan boxer. ” Aduh jangan panggil om dong, aku kan masih muda.


👉NEXT

Panggil nama aja “sahutku” oke kalo itu mau kamu kata Nadine sambil mendorong tubuhku dan terduduk di ranjang. Sementara itu Nadia mulai memainkan musik dari musik player yang udah disediakan dikamar, mereka berdua pun mulai menggoyangkan badanya smbil melucuti pakaianya satu persatu. Tarian erotis itu membuat penisku menegang karena lekuk tubuh mereka membuatku sedikit horny. Lama kelamaan mereka menari tak ada sehelai benang pun tersisa yang melekat ditubuh mereka. Merekapun mulai merangkak diatas ranjang dan membuka boxerku yang sedari tadi aku kenakan dan terlihatlah penisku yang sudah tegang dari tadi.

“Wah ternyata udah tegang ya ? hehehe” sahut Nadia

Nadiapun telungkup di pahaku sambil memegang dan mengocok penisku, sementara Nadine mencium bibirku sambil aku elus dan pilin vaginanya.

“mmmmmhhhh ahhhhhh hmmmm” desah aku dan Nadine saat bibir kami beradu. Desahku semakin menjadi saat Nadia mengulum penisku, “oummmmhhhh ahhhhmmmm mmmmhhh” desahku sambil terus mengulum bibir Nadine. Kami pun terus memuaskan birahi satu sama lain dengan cara tersebut.

“tiduran dong, biar gampang” sahut Nadia. Lalu aku hentikan lumutanku dibibir Nadine dan aku ubah posisi menjadi terlentang. Nadia mulai duduk dipangkal pahaku sambil mencoba memasukan penisku ke dalam vaginanya, mmmmhhh ssshhhhh aaahhhhhh” desahnya saat penisku ambles kevaginanya. “Nikmatin ya sayang” sahut Nadia sambil memulai menggoyangkan pinggulnya. Lalu Nadine pun duduk didadaku dan langsung saja aku jilatin dan aku hisap-hisap vaginanya.

“aaaahhhhh aaaaddddduuuuhhhhh aaaaahhhhh” desahnya sambil mengelus rambutku. Aku elus dan remas-remas payudaranya sambil terus aku jilat dan hisap vaginanya dengan keras, “awhhhhh aaaaahhhh” desahnya tersentak saat aku menghisap vaginanya terlalu keras yang membuatnya menjambak rambutku dan membuatku reflek meremas payudaranya dengan keras. “aaaahhhh daaannnn pelan-pelan, sakit sayangggg” desah Nadine. Sementara itu Nadia masih asyik menggoyang penisku sambil meremas payudaranya sendiri dan memejamkan matanya. Aku pun mencoba memberikan respon dengan memulai menaik turunkan pinggulku yang membuatnya semakin mendesah kencang, “aaahhhh ahhh aaaaahhhhhh ” desahnya saat penisku menggenjot vaginanya. Vaginanya terasa sangat licin karena sudah orgasme.

“aaaahhhhhh aaaahhhhh aaahhhhh udah yaaaannnngggg” desah Nadia karena tidak kuat lagi. Aku hentikan genjotanku dan Nadiapun berguling kesamping tubuhku, sementara itu Nadine mulai turun kebawah dan langsung memasukan penisku kedalam vaginanya.”ooooouuuuhhh aaaahhh aaaaaahhhh” desah Nadine semakin keras saat pinggulnya aku tekan dan penisku melesak lebih dalam ke vaginanya. Aku pilin puting susunya sambil aku genjot lagi pinggulnya dari bawah keatas.”aaaahhh oooouuuuhhh nnngggghhhh”… desahnya aku terus pilin putingnya sambil aku grayangi payudaranya Nadia yang terbaling lemas disampingku. Vaginanya Nadine terasa sangat licin karena liurku yang telah membasahinya sebelum vaginanya tertancap penisku. “ooohhh yaaaahhhh oooouuuhhh ooohhh” desahnya tak beraturan seiring goyanganya semakin cepat .”aaahhhhh ooouuuuhhh aku mau keluar nih” sahutku tak menghiraukan perkataanku Nadine pun terus saja menggenjot pinggulnya. ” aaaahhhhh aaaahhhh aaaahhhh” desahnya. Penisku pun sudah mulai cenat cenut dan akhirnya spermaku pun muncrat didalam vagina Nadine bebarengan dengan dia orgasme. Nadine pun terkulai lemas diatas tubuhku.


⚠END

Satu pose model ikatan lagi ya kataku. Lalu aku ikat pergelangan tangan dan kaki mereka menyatu [ Hogtie ] lalu aku sumpal mulutnya dengan CD mereka dan aku lakban 3 kali untuk menahan agar tidak bisa teriak keras. “mmmmmpppphhhh mmmmhhhppp” erang mereka berdua saat mulut mereka terbungkam lakban. Saat mereka tidak berdaya, akupun menggeledah tas dan pakaian mereka, “wah banyak sekali perhiasanmu hasil melacur ya? hehehe” kataku meledeknya. Aku masukan barang berharga mereka, mulai dari perhisan, handpon, uang tunai dan credit cartnya. hahaha …terimakasih nona-nona cantik atas servis dan barang barangmu. hahaha sebaiknya kalian mecari pekerjaan yang halal saja ya, selamat tinggal hahahaha.

Malam itu juga aku pergi keluar kota untuk bersembunya dan mencari target baru. Selang 2 hari kemudian aku lihat berita ditelevisi tentang perampokan 2 wanita dikamar hotel mewah. Saat aku lihat ternyata mereka berdua adalah Nadia dan Nadine. Aku tertawa melihat pengakuanya, pengusaha berlian? ada ada saja.



Posted via Blogaway


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »